Berita Terbaru

PERKUAT EKOTEOLOGI DALAM ASTA PROTAS KEMENAG BERBASIS GREEN DHARMA, KKN KELOMPOK 4 DESA KERAMBITAN LAKSANAKAN PROGRAM KERJA ‘SAPA KERAMBITAN’

Dipublikasikan pada: 15 August 2026

Tabanan, Bali (UHN Sugriwa) - Ajaran Hindu menempatkan alam sebagai bagian penting dalam kehidupan manusia. Nilai tersebut hadir dalam praktik keagamaan yang memanfaatkan berbagai hasil alam untuk sarana upakara sebagai wujud syukur atas hasil bumi yang menghidupi manusia, termasuk buah-buahan. Merawat keberadaan sumber daya alam menjadi bagian dari upaya menjaga keberlanjutan kehidupan masyarakat sekaligus praktik keagamaan.

Berangkat dari pemahaman tersebut, mahasiswa KKN UHN Sugriwa Kelompok 4 melaksanakan program kerja ‘SAPA Kerambitan’ (Satu Pohon untuk Alam Kerambitan) dengan menanam pohon penghasil buah, di antaranya manggis, nangka, dan mangga di halaman luar SD Negeri 1 Kerambitan dan areal sekitar Lapangan Desa Kerambitan, Kamis (13/8/2026). Kegiatan ini merupakan wujud sinergi bersama Jro Bendesa Adat Bale Agung Kerambitan, Perbekel Desa Kerambitan, dan Kepala SD Negeri 1 Kerambitan.

Program SAPA Kerambitan menjadi bentuk implementasi Green Dharma yang digagas Ditjen Bimas Hindu RI, yaitu menerjemahkan nilai keagamaan ke dalam tindakan menjaga alam yang nyata. Gagasan tersebut bersumber dari penguatan ekoteologi dalam Asta Protas Kementerian Agama RI, dan berlandaskan prinsip Palemahan dalam ajaran Tri Hita Karana, yang menempatkan hubungan manusia dengan alam sebagai bagian dari keseimbangan kehidupan. Kegiatan ini menjadi sebuah bentuk pengabdian nyata bagi Perguruan Tinggi di bawah naungan Kementerian Agama, dalam hal ini, Perguruan Tinggi Keagamaan Hindu Negeri (PTKHN), Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar.

Pemilihan pohon buah memiliki kaitan langsung dengan kehidupan masyarakat. Manggis, nangka, dan mangga memperkaya vegetasi di ruang publik sekaligus memiliki hasil yang dapat dimanfaatkan masyarakat ketika telah produktif, termasuk sebagai bagian dari sarana upakara.

SAPA Kerambitan menghubungkan nilai keagamaan dengan nilai cinta alam (ekologi) yang nyata. Pohon ditanam, ruang hijau dirawat, dan sumber daya yang dekat dengan kehidupan masyarakat mulai disiapkan untuk keberlanjutan. Mari sayangi dan rawat bumi, karena 'Menjaga bumi adalah menjalankan Dharma'.(hms)

 

#uhnsugriwa

#KemenagRI

#KemenagBerdampak

#bimashinduRI

#kknnusantaravi

#desakerambitan