UHN IGB SUGRIWA DIPERCAYA SEBAGAI SALAH SATU UNIT PENYELENGGARA ASESMEN CALON JPT PRATAMA KEMENAG RI

Bagikan :

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
DENPASAR, UHNSUGRIWA-UHN IGB Sugirwa ditunjuk sebagai salah satu unit penyelenggara asesmen calon JPT Pratama Kementerian Agama RI. Terkait itu, Rektor UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. turut hadir dalam acara pembukaan asesmen, Selasa (24/8).
Kegiatan ini dibuka secara resmi oleh Menag, Yaqut Cholil Qoumas. Ia menerangkan jumlah ASN kemenag yang sangat besar, sekitar 231.724 orang dengan 4.484 satker. Jumlah satker yang sangat besar ini dikatakan melebihi Kemenhan. “Kami harapkan calon pejabat yang lulus dalam asesmen ini mampu menjadi pimpinan yang berinovasi tinggi dan berkinerja,” ujarnya.
Rektor UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Prof. Dr. Armany B. lubis M.A, dalam ucapan selamat datangnya mengatakan pelaksanaan asesmen kali ini menerapkan sistem gugur, yang mana bila ada calon asesmen yang tidak memenuhi syarat akan dinyatakan gugur dan tidak dapat melanjutkan ke tahap selanjutnya.
Adapun peserta asesmen Calon JPT sebanyak 176 orang yang tersebar di 31 unit kerja. Asesmen ini dilaksanakan selama 3 hari, yakni 24 s/d 26 Agustus 2021. Khusus peserta asesmen dari wilayah Bali ada 5 orang, di antaranya 2 orang dari UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, yakni I Nyoman Yoga Segara dan I Gusti Made Sunartha. Kemudian I Wayan Agus Putrayasa dari Kantor Kementerian Agama Kabupaten Tabanan, I Gusti Nyoman Artawan dari STAHN Mpu Kuturan, dan Muchammad Toha dari Balai Diklat Keagamaan Denpasar. UHN I Gusti Bagus Sugriwa dipercaya sebagai salah satu Unit Penyelenggara yang bertempat di Ruang PTIPD setempat.
Dalam laporannya, Ketua Panitia Penyelenggara Asesmen Kementerian Agama RI, Nizar menyebutkan calon JPT Pratama yang lulus akan berpeluang menduduki jabatan setingkat eselon II dengan 20 formasi. Ia pun menegaskan dalam asesmen kompetensi ini menggunakan sistem gugur. “Jika pelamar yang hasil nilainya masuk dalam kategori Kurang Memenuhi Syarat (KMS), maka pelamar tersebut tidak dapat melanjutkan pada tahapan selanjutnya,” jelasnya.
Nizar berharap proses seleksi ini mendapatkan pejabat pimpinan tinggi pratama Kementerian Agama yang berintegritas, profesional, inovatif, serta dapat menjadi role model, dan mampu membumikan moderasi beragama. (1268)
Pusdok-Humas-Uhnsugriwa