MULAI DIBANGUN, KOORDINATOR STAF KHUSUS PRESIDEN RI LETAKKAN BATU PERTAMA RUMAH SUSUN UHN SUGRIWA

Bagikan :

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp

BANGLI, UHN SUGRIWA – Fondasi penting kehidupan manusia, termasuk manusia Bali adalah pendidikan. Karena tanpa pendidikan manusia tidak bisa melangkah ‘menjulang tinggi’. Demikian salah satu poin yang disampaikan Koordinator Staf Khusus Presiden RI, Anak Agung Gde Ngurah Ari Dwipayana melalui sambutannya dalam acara Ground Breaking Pembangunan Rumah Susun Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar di kawasan kampus Bangli, Jumat (26/8) sore.

Disampaikan, mencerdaskan kehidupan bangsa merupakan salah satu tugas negara, sebagaimana termaktub dalam Pembukaan UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945. Hal ini kemudian menjadi komitmen pemerintah berupa membangun sumber daya manusia yang unggul dalam periode pertama kepemimpinan Presiden Joko Widodo. Nah, membangun sumber daya manusia yang unggul, dikatakan tidak bisa dicapai begitu saja, melainkan harus dimulai dari hal mendasar, yakni kesehatan. “Jadi kalau orang tidak sehat, ia tidak mungkin bergerak menjadi manusia yang unggul. Dia tidak bisa menjalankan fungsi-fungsi swadharmanya,” ujarnya.

Kemudian berbicara terkait pendidikan, menurutnya tidak lepas dari ekosistem. Di dalamnya terdapat infrastruktur dan pendukungnya. Seperti di UHN I Gusti Bagus Sugriwa saat ini. Salah satu penopangnya adalah keberadaan rumah susun yang diperuntukkan sebagai asrama mahasiswa. “Kita juga berterima kasih kepada Presiden Jokowi, karena di era beliau kita punya Universitas Hindu Negeri pertama. Hal ini penting untuk kita syukuri,” ujarnya disambut tepuk tangan hadirin.

Gung Ari, sapaan akrabnya menegaskan, ke depan UHN I Gusti Bagus Sugriwa hendaknya tetap menjadi tempat pendidikan bagi seluruh umat Hindu, tak sebatas umat Hindu asal Bali yang diaspora ke berbagai daerah. Namun, UHN Sugriwa terbuka bagi umat Hindu dari berbagai etnis dan daerah. “Ini (keberadaan rumah susun) misalnya bisa diintegrasikan dengan sistem beasiswa ke depan. Orang mendapat akses pendidikan, tapi dia juga tidak kesulitan untuk mendapat tempat tinggal sehingga menopang pendidikan itu dengan baik,” ucapnya.

Pria yang merupakan Ketua Yayasan Puri Kauhan Ubud ini melanjutkan, diperlukan pula pendukung berupa transportasi publik untuk mengakses kampus ke depannya. Meski ada transportasi pribadi, namun menurutnya keberadaan transportasi publik yang mungkin bisa difasilitasi oleh pemerintah daerah akan lebih baik. Sehingga bisa menekan kebutuhan biaya para peserta didik. “Ke depan dengan transisi ke energi baru terbarukan, motor listrik, mobil listrik, kita akan bisa menopang sistem pendidikan,” katanya.

Gung Ari juga mengingatkan pentingnya riset dan inovasi. Sehingga civitas akademika tidak ‘kuper’ (kurang pergaulan) dan menghasilkan talenta-talenta yang tak hanya mengejar pekerjaan, tetapi juga creating the job alias menghasilkan lapangan kerja.

Demikian pula Gung Ari mendorong agar perguruan tinggi kian menguatkan interaksi dengan warga sekitar dan komunitas. Dengan demikian, tidak seperti menara gading dan terlepas dari akarnya. Perguruan tinggi, selain memberi solusi bagi berbagai permasalahan masyarakat, juga menjadi garda terdepan dalam konservasi budaya dan alam.

Terkait konservasi budaya, Gung Ari mengapresiasi salah satu langkah pihak UHN yang melestarikan lontar. Ia mendorong digitalisasi lontar dan juga pendalaman isinya dalam menjawab berbagai tantangan kehidupan saat ini. Sementara konservasi alam, selain UHN Sugriwa yang kini melestarikan rusa dan merak, pihaknya berharap ke depan adanya lahan khusus untuk tanaman usadha atau berkasiat obat. “Itu saya kira penting sekali kedepan, karena kampus tidak terpisah dari kehidupan masyarakat, akan tetapi menjadi bagian dari edukasi masyarakat, untuk melahirkan gagasan-gagasan baru dan juga praktik-praktik kehidupan masa lalu dalam konservasi budaya dan alam,” tegasnya lagi.

Koordinator Staf Khusus Presiden pun mengucapkan selamat kepada UHN I Gusti Bagus Sugriwa, Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Jawa IV, dan Pemerintah Kabupaten Bangli dengan pembangunan rumah susun bagi mahasiswa tersebut. Dengan terbangunnya infrastruktur pendidikan yang memadai serta pendukungnya, ia ingin Bangli memiliki reputasi internasional. Sebab, dari konsep Sad Kertih, sebagian di antaranya telah ada di Bangli, yakni gunung, hutan, dan danau. “Sehingga kalau kita ingin membangun betul-betul sesuai dengan prinsip Sad Kertih, itu setengahnya harus dibangun di Bangli,” pungkasnya.

Sementara Rektor UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si mengucapkan terima kasih kepada Pemerintah Pusat dibawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo, Kementerian PUPR melalui Direktorat Jenderal Perumahan, Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Jawa IV, Satker Penyedia Perumahan Provinsi Bali, Pemprov Bali, Pemkab Bangli, serta masyarakat sekitar di Kelurahan Kubu serta adat. Ucapan terima kasih secara spesial disampaikan kepada Koordinator Staf Khusus Presiden AA Ari Dwipayana yang selama ini telah banyak berkontribusi bagi peningkatan status IHDN Denpasar menjadi UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar. Terlebih kini juga banyak didukung dalam pembangunan rumah susun bagi mahasiswa.

Lebih lanjut, Rektor juga berharap ke depannya bangunan di sekitar pintu masuk kampus dapat dilanjutkan pembangunannya serta difungsikan oleh pemerintah. Sehingga selain menambah estetika, juga bisa dimanfaatkan bagi penunjang pelaksanaan pendidikan. Demikian juga penataan lapangan serta pemugaran kolam renang. Hal ini menurutnya akan sangat bermanfaat bagi civitas akademika dan penduduk sekitar dalam bidang olah raga dan kesehatan. “Dengan ini kita ingin Bangli ini mendunia,” ujarnya.

Prof. I Gusti Ngurah Sudiana menyampaikan, sejauh ini UHN I Gusti Bagus Sugriwa aktif dalam berbagai kegiatan berskala nasional maupun internasional. Bahkan belum lama ini diadakan konferensi internasional sains dan teknologi yang penyelenggaraannya dipusatkan di kampus Bangli. Ke depan, dengan semakin banyak event berskala nasional maupun internasional, rektor berharap mendatangkan manfaat secara sosial dan ekonomi bagi masyarakat setempat.

Pada puncak acara, Staf Khusus Presiden bersama Rektor meletakkan batu pertama pembangunan rumah susun. Sebelumnya telah diadakan matur piuning, ritual, dan persembahyangan bersama. Sebagai tanda dimulainya pembangunan, seluruh pejabat yang hadir menekan tombol sirene.

Seperti diketahui, UHN IGB Sugriwa mendapat bantuan rumah susun khusus untuk Perguruan Tinggi tahun ini. Bantuan berasal dari Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat, melalui Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat Nomor: 01/PRT/M/2019 Tahun 2019 tentang Tata Cara Pengajuan Usulan Pembangunan Dan Pengelolaan Rumah Susun Khusus Pada Perguruan Tinggi Dan Lembaga Pendidikan Keagamaan Berasrama. Usulan telah diajukan sejak tahun 2020 melalui Sistem Informasi Bantuan Perumahan (SIBARU) Direktorat Jenderal Perumahan.

Rumah susun dibangun di kawasan Kampus Bangli. Selaku Tim Pelaksana, yakni dari Satuan Kerja Penyediaan Perumahan Provinsi Bali, Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan Jawa IV, Direktorat Jenderal Perumahan, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat. Rumah susun memiliki tipe 24 sebanyak satu tower dengan tiga lantai. Total ada 43 unit dengan daya tampung sekitar 168 mahasiswa.

Rumah susun tersebut nantinya akan dipergunakan sebagai asrama mahasiswa. Langkah ini merupakan bentuk komitmen bersama UHN IGB Sugriwa untuk memberikan pelayanan pendidikan yang memadai kepada para peserta didik. (sas/nya)