MERIAHKAN PKB, SENDRATARI BRAHMANA KELING UHN SUGRIWA PUKAU PENONTON

MERIAHKAN PKB, SENDRATARI BRAHMANA KELING UHN SUGRIWA PUKAU PENONTON

DENPASAR, UHNSUGRIWA-Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar berpartisipasi dalam Pesta Kesenian Bali XLIII melalui persembahan Sendratari ‘Brahmana Keling’, Senin (28/6) malam di gedung Ksirarnawa, Art Center Denpasar. Penampilan seni yang digarap apik ini memukau penonton yang dihadirkan secara terbatas di tengah pandemi Covid-19.
Penampilan para mahasiswa ditonton langsung oleh Rektor UHN IGB Sugriwa, Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si bersama jajaran. Menurut rektor, ada beberapa poin yang bisa diambil dari cerita asal mula tari sakral Sidakarya tersebut. “Dalam upacara yadnya tidak boleh ada perasaan yang tidak ikhlas. Selain itu, jangan sampai mengucapkan kata-kata kotor yang bisa berakibat buruk bagi upacara itu sendiri dan alam semesta,” ungkapnya.
Secara sekilas, dalam cerita Brahmana Keling awalnya tidak diakui sebagai saudara oleh Raja Dalem Waturenggong. Bahkan Brahmana Keling diusir dari pelaksanaan karya yang tengah berlangsung di Besakih. Atas perlakuan itu, Brahmana Keling kemudian mengeluarkan kutukan. Atas petunjuk Hyang Dewata, Dalem Waturenggong memohon maaf. Brahmana Keling pun mencabut kutukannya.
Sejak saat itu, Dalem Waturenggong mengakui Brahmana Keling sebagai Dalem Sidakarya. Selain itu, untuk suksesnya setiap upacara, diminta agar nuwur tirta Sidakarya dan mementaskan tari Topeng Sidakarya. “Brahmana Keling kemudian ikut muput upacara sehingga berjalan sukses. Ini filosofisnya paham Siwa dan Buddha harus bersatu dalam melaksanakan upacara. Maka ada istilah, jika manunggaling Siwa kalawan Buddha, dunia akan damai,” jelas Prof. Ngurah Sudiana.
Berkenaan dengan program Pemprov Bali, Nangun Sat Kertih Loka Bali, pejabat yang juga Ketua PHDI Bali ini menerangkan bahwa Bali didasarkan pada yadnya. “Dengan yadnya inilah Bali menjadi aman, tenteram, damai. Dan ketika Bali ini damai, jangan lupa untuk melaksanakan yadnya,” tegasnya seraya memgapresiasi jajaran panitia yang telah bekerja keras menggarap sendratari tersebut.
Wakil Rektor III yang membidangi kemahasiswaan, Dr. Drs. Ida Bagus Candrawan, M.Ag menambahkan, persiapan pentas dimulai sejak dua bulan lalu. “Latihannya sekitar tiga kali seminggu. Tapi itu juga sempat tak dilaksanakan karena Ujian Akhir Semester dan piodalan di Pura Ratna Saraswati di kampus. Astungkara hari ini penampilan optimal,” ujarnya.
Pria asal Mambal, Abiansemal, Badung ini berharap melalui kegiatan ini, selaku civitas akademika UHN I Gusti Bagus Sugriwa bisa menjadi media penyampaian pesan-pesan moral kepada masyarakat. Selain itu sebagai media bagi mahasiswa untuk mengabdikan diri kepada masyarakat melalui seni. “Karena penyampaian pesan-pesan tidak mesti di kelas, tapi lewat seni,” tandasnya.
Hadir dalam kegiatan tersebut sejumlah pejabat lainnya, yakni WR I Prof. Dr. Drs. I Made Surada, MA; WR II Dr. I Nyoman Yoga Segara, S.Ag., M.Hum; Dekan Fakultas Dharma Duta, Dr. Drs. I Nyoman Ananda, M.Ag didampingi para wakil dekan.
Kemudian Plt. Wakil Direktur Pascasarjana Dr. I Nyoman Alit Putrawan, S.Ag., M.Fil.H; Kepala Biro Administasi Akademik, Kemahasiswaan, dan Kerja Sama, Dr. I Nyoman Sueca, S.Ag., M.Pd; Ketua SPI, Dr. I Ketut Wardana Yasa, SE., M.Fil.H;
Korpusdok Humas Dr. I Made Adi Surya Pradnya, S.Ag., M.Fil.H dan lainnya. (sas/nya)
Pusdok-Humas-Uhnsugriwa