MENUJU WCU, UHN SUGRIWA GELAR FGD, PENANAMAN POHON, HINGGA RSI GANA DI KAMPUS BANGLI

MENUJU WCU, UHN SUGRIWA GELAR FGD, PENANAMAN POHON, HINGGA RSI GANA DI KAMPUS BANGLI

BANGLI, UHNSUGRIWA-Memantapkan langkah menuju World Class University (WCU), Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa melaksanakan rangkaian kegiatan di Kampus Bangli, Senin (6/9). Mulai dari Focus Group Discussion (FGD) Moderasi Beragama, penanaman pohon, hingga upacara Ngrsi Gana. Kegiatan dihadiri Bupati Bangli Sang Nyoman Sedana Arta bersama wakil I Wayan Diar, Ketua FKUB Provinsi Ida Panglingsir Agung Sukahet beserta jajaran FKUB provinsi dan Kabupaten Bangli, dan tokoh-tokoh agama.
Rektor UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si., pada kesempatan tersebut mengucapkan terima kasih kepada seluruh undangan yang meluangkan waktu untuk hadir. Terkait dengan FGD bertema ‘Manyama Braya dalam Nilai-nilai Moderasi Beragama’, ia menegaskan moderasi bergama tidak hanya di luar kampus, tapi juga di dalam kampus. “Sehingga kampus tidak seperti menara gading. Di samping melaksanakan Tri Dharma perguruan tinggi, moderasi beragama ini sangat penting dipahami dan dilaksanakan oleh civitas akademika,” ungkapnya dalam acara yang dipandu moderator, Dr. Drs. I Made Sugata, M.Ag tersebut.
Tahun 2019, lanjut rektor, pihaknya sudah memproklamirkan IHDN Denpasar sebagai kampus kerukunan. Kini, setelah perubahan statuta menjadi UHN, pihaknya ingin mengembangkan nilai-nilai kerukunan melalui moderasi beragama. “Dulu masih global, sekarang UHN ingin memoderatkan nilai-nilai itu dalam moderasi beragama,” tegas tokoh yang juga Ketua PHDI Provinsi Bali ini.
Ketua FKUB Bali, Ida Panglingsir Agung Sukahet, menyambut baik pelaksanaan FGD yang dimotori oleh Rumah Moderasi Beragama UHN I Gusti Bagus Sugriwa ini. Ia menjelaskan betapa moderasi beragama itu sangat penting bagi keutuhan NKRI. “Moderasi ini ada toleransi, saling hormat-menghormati. Ketika di rumah misalnya, saya fokus terhadap diri saya sembahyang sebagai umat Hindu memuja Ida Sang Hyang Widhi Wasa, tapi begitu di luar rumah dan bertemu dengan orang lain dalam ranah sosial, maka kita harus menguatkan rasa nasionalisme,” tegasnya dalam pertemuan yang diikuti tokoh-tokoh Hindu, Katolik, Islam, Konghuchu, Buddha, dan Protestan tersebut.
Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan Penandatanganan Deklarasi Moderasi Beragama, pelepasan burung, dan penanaman pohon beringin sebagai lambang persatuan. Sementara upacara Ngrsi Gana dipimpin oleh Ida Pandita Rsi Pancaka Tirta dari Griya Kehen Bangli. Kegiatan yang cukup sederhana, mengingat pembatasan sesuai protokol kesehatan tersebut, ditutup dengan persembahyangan bersama. (sas/nya)
Pusdok-Humas-Uhnsugriwa