KUATKAN MODERASI BERAGAMA, PRODI PAH UHN SUGRIWA GELAR WEBINAR NASIONAL MODERASI BERAGAMA BERBASIS IDEOLOGI NIRKEKERASAN MENUJU PELESTARIAN SAD KERTIH LOKA BALI

Bagikan :

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
DENPASAR UHNSUGRIWA-
Prodi Pendidikan Agama Hindu Fakultas Dharma Acarya Universitas Hindu Negeri I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar menyelenggarakan Webinar Nasional (WEBNAS) pada Selasa (22/3/2022). Kegiatan yang dilaksanakan secara daring melalui Live Zoom dan Youtube ini, berkolaborasi dengan Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali, IAHN Gde Puja Mataram dan Lembaga Penjaminan Mutu Pendidikan (LPMP) perkumpulan Acarya Hindu Nusantara. Kegiatan ini mengusung tema “Moderasi Beragama Berbasis Ideologi Nirkekerasan dalam Aksi dan Interaksi Menuju Pengelolaan dan Pelestarian Sad Kertih Loka Bali”.
Seminar Nasional ini menghadirkan empat narasumber yang sangat luar biasa yaitu Dr. Komang Sri Marhaeni, S.Ag., M.Si (Kepala Kanwil Kementerian Agama Provinsi Bali/ Ptl Ditjen Bimas Hindu), Dr. Drs. I Nyoman Murba Widana, M.Ag (Dosen IAHN Gde Puja Mataram), Dr. I Nyoman Kiriana, S.Ag., M.A (Dosen UHN Sugriwa Denpasar) dan Romo Miswanto, S.Ag., M.Pd.H (Ketua LPMP Pandu Nusa/ Alumni PAH) serta dimoderatori oleh I Made Muniksu, S.Pd.H., M.Pd.H (Dosen Home Base PAH).
Ketua Panitia Webinar Nasional merupakan Dosen Home Base Prodi Pendidikan Agama Hindu yaitu Ida Ayu Adi Armini, S.Ag., M.Ag dalam sambutannya mengucapkan terima kasih kepada seluruh panitia yang terdiri dari Dosen dan Mahasiswa Home Base PAH sebagai bentuk kolaborasi. Webinar ini diharapkan dapat menjadi sebuah circle harmoni keharmonisan dan kerukunan kehidupan umat beragama dan penguatan nilai filosofis lokal genius yang dalam hal ini adalah Sad Kertih Loka Bali.
Kegiatan ini dibuka oleh Wakil Rektor III UHN Sugriwa Denpasar yaitu Bapak Dr. Ida Bagus Gede Candrawan, M.Ag. Dan dalam kegiatan ini turut hadir Dekan Fakultas Dharma Acarya Dr. Drs. Made Redana, M.Si yang sekaligus sebagai Keynote Speaker menyampaikan pentingnya Moderasi Beragama Berbasis Ideologi Nirkekerasan dalam kehidupan masyarakat yang plural untuk meminimalisir terjadinya konflik sosial menuju pelestarian Sad Kertih Loka Bali dimana salah satu indikator dari toleransi adalah kerukunan umat beragama. Dan dihadiri pula oleh Wakil Dekan 1, 2 dan 3 Fakultas Dharma Acarya, Ketua Jurusan dan Sekretaris Jurusan di lingkungan Fakultas Dharma Acarya UHN I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar. Kegiatan ini diikuti oleh seluruh mahasiwa dan dosen Prodi PAH.
Dr. Komang Sri Marhaeni, S.Ag., M.Si melalui materi dengan tema “Moderasi Beragama Berbasis Ideologi Nirkekerasan dalam Aksi dan Interaksi Menuju Pengelolaan dan Pelestarian Sad Kertih Loka Bali”, menyampaikan Ideologi Nirkekerasan merupakan gagasan-gagasan tentang sikap yang proses dan tujuanya mengutamakan prinsip perdamaian tanpa adanya kekerasan atau paksaan yang dapat menimbulkan kerusakan fisik. Moderasi beragama berbasis Ideologi Nirkekerasan diperlukan karena Sikap ekstrem dalam beragama tidak sesuai dengan esensi ajaran agama itu sendiri. Moderasi beragama merupakan perekat antara semangat beragama dan komitmen berbangsa. Sad Kertih Loka Bali mendeskripsikan moderasi beragama dalam menjaga kesucian dan keharmonisan alam Bali beserta isinya.
Dr. Drs. I Nyoman Murba Widana, M.Ag melalui materi dengan tema “Moderasi Beragama Berbasis Ideologi Nirkekerasan dalam Aksi dan Interaksi Menuju Pengelolaan dan Pelestarian Sad Kertih Loka Bali”, menyampaikan bahwa spirit Tri Hita Karana dan Tri Kaya Parisudha yang diterapkan dalam kehidupan dapat memperkuat moderasi dan kerukunan umat beragama sehingga meningkatkan layanan keagamaan yang adil mudah dan merata.
Dr. I Nyoman Kiriana, S.Ag., M.A melalui materi dengan tema “Relasi Toleransi yang Harmonis dan Humanis untuk Kesucian Menuju Kesempurnaan”, menyampaikan hampir semua agama dalam keyakinan penganutnya, memiliki tujuan yang sangat mulia. Kecendrungan tujuan tersebut dalam agama Hindu esensinya adalah “sukha tan pawali dukha” (kebahagiaan yang tidak diikuti dengan penderitaan). Dalam upaya mencapai tujuan tersebut, tidak akan bisa diperoleh dengan beragama yang “berlebihan”. Salah Satu Indikator Dari Moderasi Beragama Adalah Adaptif Dengan Budaya Lokal (Sad Kertih; Jana dan Atma Kertih) Oleh karena, agama itu sendiri telah mengajarkan prinsip moderasi, keadilan, keseimbangan dan sebagainya, sehingga agama tidak perlu dimoderasi.
Romo Miswanto, S.Ag., M.Pd.H melalui materinya dengan tema “Menguatkan Literasi Berbasis Moderasi Beragama Untuk Nangun Sad Kertih Loka Bali”, menyampaikan pemanfaatan literasi digital harus digalakkan untuk mewujudkan moderasi beragama. Semangat moderasi beragama dapat dibangun melalui sloka yang terdapat dalam Yajur Weda 40.6 yang berbunyi “Orang yang melihat-Nya berada pada setiap mahluk dan kemudian melihat semua mahluk ada pada-Nya, ia tidak akan membenci yang lain”.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dengan pertanyaan dari peserta dan respon dari keempat narasumber yang sangat luar biasa kemudian diakhiri dengan sesi foto bersama. Sad Kertih Loka Bali menjadi pondasi dalam mewujudkan moderasi beragama berbasis Ideologi Nirkekerasan dalam upaya untuk menjaga dan melestarikan kesucian/keseimbangan, dimana semuanya saling berkaitan erat satu sama lain.(1282)
.
Pusdok-Humas-Uhnsugriwa