FILSAFAT JALAN TENGAH BUDDHISME SEBAGAI WAHANA MODERASI BERAGAMA

FILSAFAT JALAN TENGAH BUDDHISME SEBAGAI WAHANA MODERASI BERAGAMA

DENPASAR, UHN SUGRIWA-Filsafat Buddhisme selalu merujuk pada suatu perdamaian yang dilandasi dengan rasa cinta kasih. Moderasi beragama akan terwujud bilamana cinta kasih melandasi segala bentuk pemikiran dan tindakan masyarakat. Sehingga kekerasan sebagai cara dalam penyelesaian permasalahan akan dihindari. Demikian terungkap dalam Studium General yang diselenggarakan Prodi Filsafat Hindu UHN IGB Sugriwa Denpasar, Selasa (14/9).
Adapun narasumber yang dihadirkan, yakni Dr. Hasto Brahmantyo, MA. dari STAB Syailendra Jateng. Dekan Fakultas Brahma Widya Dr I Made Girinata., M.Ag. menyambut baik kegiatan yang diselenggarakan kepanitiaan di bawah pimpinan Ni Luh Gede Wariati, M.Fil.H tersebut.
Dr. Hasto pada kesempatan itu memaparkan prinsip perdamaian dalam Buddhisme yang dikenal dengan ‘Madhyama Patipada’ atau jalan tengah dari segala macam hal ekstrem. Pada intinya, agama merupakan keyakinan yang tidak dipaksakan terhadap orang lain. Setiap orang berhak untuk menentukan pilihannya.
Lebih lanjut, gerakan radikalisme dan kekerasan dalam beragama tentunya harus diredam dengan membumikan gerakan deradikalisasi. Hal ini bisa dilakukan dengan berbagai pendekatan agar mampu menetralisir paham-paham radikal.
Didampingi moderator, I Wayan Yudhasatya Dharma S.Pd, M.Pd, kegiatan yang berlangsung daring ini menarik antusiasme peserta yang berjumlah 149 orang. Para peserta pun berlomba melontarkan pertanyaan, baik seputar buddhisme maupun moderasi beragama. (1290)
Pusdok-Humas-Uhnsugriwa