CEGAH RADIKALISME, MPR RI SOSIALISASI EMPAT PILAR DI UHN SUGRIWA

Bagikan :

Share on facebook
Facebook
Share on twitter
Twitter
Share on whatsapp
WhatsApp
DENPASAR, UHNSUGRIWA-
Empat Pilar kebangsaan, yakni Pancasila, UUD Negara Republik Indonesia tahun 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika sangat penting diingat, dipahami, dan diaplikasikan nilai-nilainya dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini sebagai ‘perisai’ dalam menguatkan nasionalisme dan patriotisme guna menangkal paham radikalisme hingga terorisme. Demikian poin yang terungkap dalam Sosialisasi Empat Pilar oleh MPR RI secara daring maupun luring di Aula Pascasarjana Universitas Hindu Negeri (UHN) I Gusti Bagus Sugriwa Denpasar, Selasa (6/4).
Kegiatan dibuka oleh anggota DPR/MPR RI, I Gusti Agung Rai Wirajaya, SE., MM sekaligus sebagai narasumber utama, didampingi Rektor UHN I Gusti Bagus Sugriwa, Prof. Dr. Drs. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si. Hadir pula dua narasumber lainnya, yakni Dr. Dra. IGA Diah Yuniti, M.Si dan Ir. I Ketut Witarka Yudiata, MT.
Dipaparkan I Gusti Agung Rai Wirajaya, empat pilar kebangsaan ini sangat penting untuk dipelajari dan diingat, lebih-lebih diaplikasikan nilai-nilainya dalam kehidupan berbangsa dan bernegara. Apalagi di tengah kemajuan teknologi dan informasi seperti saat ini. Masyarakat bisa dengan mudah mengakses dan mempelajarinya lewat ponsel pintar.
Ia pun berharap para peserta sosialisasi, khususnya civitas akademika UHN I Gusti Bagus Sugriwa menjadi garda terdepan guna ikut menyosialisasikan empat pilar tersebut. “Mari kita bersama-sama menguatkan pemahaman terhadap empat pilar yang telah diwariskan oleh para pendahulu,” ungkapnya.
Sementara itu, Rektor UHN I Gusti Bagus Sugriwa, Prof. I Gusti Ngurah Sudiana sangat menyambut baik pelaksanaan sosialisasi tersebut. Menurutnya sosialisasi mengenai empat pilar melengkapi perkuliahan tentang Pancasila dan Kewarganegaraan. “Kami berterima kasih kepada para narasumber yang telah bersedia memberi sosialisasi ini. Semoga sosialisasi mengenai empat pilar ini tak hanya berlangsung hari ini, tapi bisa secara kontinyu,” ujarnya dalam kegiatan yang juga dihadiri Wakil Rektor II Dr. I Nyoman Yoga Segara, S.Ag., M.Hum, Wakil Rektor III Dr. Drs. Ida Bagus Gede Candrawan, M.Ag, para dekan, dan pejabat lainnya tersebut.
Dr. IGA Diah Yuniti dalam pemaparannya sempat menyinggung Bhinneka Tunggal Ika sebagai semboyan bangsa Indonesia. Salah satu pengusulnya adalah I Gusti Bagus Sugriwa, disamping Moh Yamin . Kini namanya diabadikan sebagai nama universitas yang sebelumnya IHDN Denpasar.
Sedangkan Witarka Yudiata menekankan sedemikian khas dan mulianya Pancasila. Bahkan Bung Karno sempat menjelaskan Pancasila di hadapan dunia dalam sidang PBB tahun 1960. Dengan demikian, selain menjadi kebanggan, Pancasila sepatutnya betul-betul dipahami dan diaplikasikan dalam kehidupan.
Adapun sosialisasi dilaksanakan dengan peserta luring terbatas, mengingat di tengah pandemi Covid-19. Ditekankan pula peserta menerapkan protokol kesehatan, mulai dari pengukuran suhu tubuh oleh panitia, dilanjutkan mencuci tangan, wajib memakai masker, dan menjaga jarak.(sas/nya)
Pusdok-Humas-Uhnsugriwa